Kopi Wine Process vs Anaerob, Apa Bedanya?
hasil penjemuran proses wine hari pertama
|
Kalau akhir-akhir ini kamu sering melihat istilah Wine Process atau Anaerob di kemasan kopi, kamu tidak sendirian. Dulu saya juga sempat mengira keduanya adalah proses yang sama. Ternyata setelah saya pelajari lebih jauh, keduanya berbeda meskipun sering menghasilkan karakter rasa yang mirip.
Bahkan banyak penikmat kopi yang masih bingung membedakan antara kopi wine dan kopi anaerob. Padahal kalau sudah paham dasarnya, sebenarnya cukup mudah dipahami.
Sebelum Masuk ke Pembahasannya
Saat buah kopi dipanen, bijinya masih tertutup oleh kulit buah dan lapisan lendir alami. Nah, sebelum menjadi green bean, lapisan-lapisan tersebut harus dipisahkan terlebih dahulu.
Di sinilah proses fermentasi terjadi.
Fermentasi ini memanfaatkan mikroorganisme alami yang mengubah gula dalam buah kopi menjadi berbagai senyawa yang nantinya memengaruhi aroma dan rasa kopi.
Karena buah kopi mengandung gula yang cukup tinggi, hasil fermentasinya bisa menghasilkan rasa yang sangat beragam. Mulai dari rasa buah-buahan, manis seperti madu, sampai karakter yang mengingatkan kita pada wine.
Apa Itu Wine Process?
Sederhananya, Wine Process adalah metode pengolahan kopi yang bertujuan menghasilkan karakter rasa yang mirip wine atau buah yang telah difermentasi.
Perlu diluruskan sejak awal, kopi wine bukan berarti dicampur minuman wine atau alkohol.
Nama "wine" muncul karena aroma dan cita rasanya sering mengingatkan pada:
- Anggur
- Berry
- Plum
- Kismis
- Buah fermentasi
Biasanya proses fermentasinya berlangsung lebih lama dibandingkan proses natural biasa sehingga karakter rasanya menjadi lebih kuat dan kompleks.
Karakter Rasa Wine Process
Kopi wine umumnya memiliki rasa yang:
- Fruity
- Manis pekat
- Kompleks
- Sedikit fermentatif
Kadang muncul juga karakter yang mengingatkan pada tape, anggur merah, atau dark chocolate.
Kalau prosesnya berhasil, hasilnya bisa sangat menarik. Tapi kalau kurang tepat, rasa fermentasinya bisa terlalu dominan dan justru kurang nyaman diminum.
Apa Itu Anaerob?
Kalau Wine Process lebih mengarah ke karakter rasa yang ingin dicapai, Anaerob justru mengacu pada cara fermentasinya.
Kata "anaerob" sendiri berarti fermentasi yang dilakukan tanpa oksigen atau dengan oksigen yang sangat minim.
Dalam proses ini, buah kopi dimasukkan ke dalam wadah tertutup seperti tangki atau drum, lalu difermentasi dalam kondisi yang lebih terkontrol.
Karena lingkungan fermentasinya berbeda, hasil rasa yang muncul juga bisa berbeda dari proses fermentasi biasa.
Karakter Rasa Anaerob
Biasanya kopi anaerob memiliki karakter:
- Lebih manis
- Buah tropis lebih terasa
- Body lebih tebal
- Aroma lebih unik
Beberapa kopi anaerob bahkan bisa menghadirkan rasa nanas, mangga, melon, berry, hingga karakter yogurt yang lembut.
Jadi Apa Bedanya?
Ini bagian yang paling sering membuat orang salah paham.
Wine Process
Fokusnya pada hasil akhir rasa.
Tujuannya adalah menghasilkan karakter yang mengingatkan pada wine atau buah fermentasi.
Anaerob Process
Fokusnya pada teknik fermentasi.
Yaitu fermentasi yang dilakukan dalam kondisi minim oksigen.
Jadi sebenarnya keduanya berada di kategori yang berbeda.
Saya biasanya menjelaskan dengan cara yang lebih sederhana.
Wine Process adalah tujuan.
Anaerob adalah cara.
Petani bisa menggunakan metode anaerob untuk menghasilkan karakter wine. Tetapi tidak semua kopi anaerob akan terasa seperti wine.
Begitu juga sebaliknya, tidak semua kopi wine diproses dengan metode anaerob.
Kenapa Harganya Biasanya Lebih Mahal?
Menurut saya inilah salah satu alasan utama kenapa kopi-kopi seperti ini sering dijual lebih mahal.
Proses fermentasinya jauh lebih rumit dibandingkan proses biasa.
Petani harus mengontrol banyak hal seperti:
- Suhu
- Waktu fermentasi
- Kelembapan
- Kondisi buah kopi
Kalau salah sedikit saja, hasil akhirnya bisa rusak dan kualitas kopinya turun.
Karena itulah proses seperti wine dan anaerob umumnya lebih banyak ditemukan pada kopi specialty.
Mana yang Lebih Enak?
Kalau ditanya mana yang lebih enak, menurut saya jawabannya kembali ke selera masing-masing.
Saya pribadi menganggap kedua proses ini menarik karena bisa menunjukkan sisi lain dari kopi yang mungkin belum pernah kita rasakan sebelumnya.
Pertama kali mencoba kopi anaerob, saya bahkan sempat heran karena aromanya lebih mirip buah daripada kopi.
Begitu juga dengan wine process. Ada beberapa yang aromanya mengingatkan saya pada anggur, kismis, bahkan buah yang sedang difermentasi.
Meski begitu, untuk diminum setiap hari saya tetap lebih sering memilih kopi natural atau full wash karena rasanya lebih bersih dan lebih mudah dinikmati kapan saja.
Tapi kalau ingin merasakan pengalaman baru dalam dunia kopi, menurut saya wine process dan anaerob wajib dicoba setidaknya sekali.
Karena dari situlah kita bisa menyadari bahwa kopi ternyata bukan hanya soal pahit dan hitam, tetapi memiliki dunia rasa yang jauh lebih luas dari yang banyak orang bayangkan.
Ringkasan Singkat
| Wine Process | Anaerob |
|---|---|
| Fokus pada karakter rasa | Fokus pada metode fermentasi |
| Aroma cenderung mirip buah fermentasi | Fermentasi dilakukan tanpa oksigen |
| Rasa bisa sangat kompleks | Rasa lebih terkontrol |
| Tidak selalu anaerob | Tidak selalu menghasilkan rasa wine |
Pendapat saya: kalau masih baru mengenal specialty coffee, coba dulu kopi anaerob yang ringan. Biasanya lebih mudah diterima lidah dibanding wine process yang kadang punya karakter fermentasi cukup kuat. Dengan begitu pengalaman menikmati kopi unik tetap menyenangkan dan tidak membuat kaget di tegukan pertama.

.jpeg)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar