Kopi Anaerob vs Natural, Mana yang Lebih Enak?
Kalau mulai masuk ke dunia kopi specialty, biasanya kita akan sering mendengar istilah natural dan anaerob.
Awalnya saya juga sempat bingung. Keduanya sama-sama sering disebut memiliki karakter buah yang cukup kuat. Namun setelah beberapa kali mencoba, ternyata rasa yang dihasilkan bisa sangat berbeda.
Lalu pertanyaannya, mana yang lebih enak?
Jawabannya sebenarnya tergantung selera. Karena kopi natural dan anaerob punya karakter masing-masing.
Apa Itu Kopi Natural?
Natural merupakan salah satu metode pengolahan kopi yang sudah digunakan sejak lama.
Pada metode ini, buah kopi dikeringkan dalam kondisi masih utuh. Kulit dan daging buah tetap menempel selama proses pengeringan sehingga biji kopi menyerap lebih banyak karakter dari buahnya.
Karena itulah kopi natural biasanya dikenal memiliki rasa yang lebih manis, body lebih tebal, dan karakter buah yang cukup terasa.
Menurut saya, kopi natural cenderung lebih mudah dinikmati. Karakternya terasa santai dan tidak terlalu mengejutkan bagi orang yang baru mulai mengenal kopi specialty.
Apa Itu Kopi Anaerob?
Kalau natural fokus pada cara pengeringannya, anaerob lebih fokus pada proses fermentasinya.
Fermentasi dilakukan di dalam wadah tertutup dengan oksigen yang sangat minim. Proses inilah yang membuat karakter rasa kopi menjadi lebih unik dan kadang cukup berbeda dari kopi pada umumnya.
Tidak heran kalau kopi anaerob sering memiliki aroma nanas, markisa, anggur, stroberi, bahkan karakter yang mengingatkan pada wine.
Saat pertama kali mencoba kopi anaerob, saya bahkan sempat mengira ada tambahan perasa buah di dalamnya. Ternyata aroma tersebut muncul secara alami dari proses fermentasi.
Perbandingan Aroma
Kalau berbicara soal aroma, menurut saya inilah bagian yang paling mudah membedakan keduanya.
Kopi natural biasanya memiliki aroma buah yang lebih lembut dan natural. Kadang terasa seperti buah matang, cokelat, gula merah, atau sedikit berry.
Sementara kopi anaerob sering terasa lebih ramai. Aroma buah tropis seperti nanas, markisa, atau anggur biasanya lebih mudah muncul.
Kalau suka aroma yang unik dan membuat penasaran, anaerob sering lebih menarik.
Perbandingan Body
Natural biasanya memiliki body yang lebih tebal dan terasa penuh di mulut.
Sedangkan anaerob cenderung lebih kompleks. Ada yang terasa creamy, ada yang juicy, bahkan ada yang mengingatkan pada minuman fermentasi buah.
Kalau saya pribadi, untuk minum santai sehari-hari biasanya lebih nyaman menikmati natural karena body-nya terasa lebih bulat.
Perbandingan Aftertaste
Aftertaste adalah rasa yang masih tertinggal setelah kopi ditelan.
Pada kopi natural, aftertaste biasanya terasa manis, lembut, dan cukup nyaman.
Sementara pada kopi anaerob, aftertaste sering lebih panjang dan lebih kompleks. Kadang masih meninggalkan kesan buah, floral, atau karakter winey beberapa saat setelah diminum.
Inilah salah satu alasan kenapa banyak pecinta specialty coffee menyukai kopi anaerob.
Mana yang Lebih Fruity?
Kalau ditanya mana yang lebih fruity, saya cenderung memilih anaerob.
Karena proses fermentasinya memang dirancang untuk menghasilkan karakter rasa yang lebih kompleks.
Namun bukan berarti natural kalah.
Natural tetap bisa menghasilkan karakter buah yang menarik, hanya saja biasanya terasa lebih alami dan tidak seintens anaerob.
Mana yang Cocok untuk Pemula?
Kalau ada teman yang baru mulai mengenal kopi specialty, biasanya saya lebih menyarankan natural terlebih dahulu.
Karena rasanya lebih mudah diterima dan tidak terlalu “liar”.
Anaerob kadang bisa membuat orang kaget karena aromanya sangat berbeda dari kopi yang biasa mereka minum.
Mana yang Lebih Cocok untuk Harian?
Menurut saya, natural lebih cocok untuk teman ngopi sehari-hari.
Karakternya nyaman, manis, dan mudah dinikmati kapan saja.
Sedangkan anaerob lebih cocok ketika sedang ingin mencoba sesuatu yang berbeda atau sedang ingin mengeksplorasi rasa baru.
Jadi Mana yang Lebih Enak?
Setelah beberapa kali mencoba keduanya, saya merasa tidak ada jawaban yang benar-benar mutlak.
Kalau ingin kopi yang nyaman diminum setiap hari, saya lebih sering memilih natural.
Namun kalau sedang ingin mencari pengalaman rasa yang unik dan berbeda, anaerob selalu menarik untuk dicoba.
Justru di situlah serunya dunia kopi. Dari buah kopi yang sama, metode pengolahan yang berbeda bisa menghasilkan karakter rasa yang benar-benar berbeda.
Jadi kalau ditanya mana yang lebih enak antara kopi anaerob dan natural, menurut saya jawabannya sederhana:
Bukan soal mana yang lebih enak, tetapi mana yang lebih cocok dengan selera masing-masing.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar